Langsung ke konten utama

Pengalaman Apply Multiple Entry Visa South Korea

Hi Hello! Aku mau sharing sedikit tentang pengalaman aku apply sendiri visa multiple Korea Selatan.


Awalnya sih aku berencana menggunakan jasa Travel Agent lagi untuk apply visa multiple ini karena biasanya aku kalau apply visa selalu lewat jasa Travel Agent walaupun lebih mahal. Alasannya sih karena aku males ribet dan males harus pulang-pergi ke Jakarta. Maklumlah nasib tidak tinggal di ibu kota jadi serba sulit kalau mau urus beginian. Masih untung tapi dari Bandung ke ibu kota gak terlalu jauh dan masih bisa di jangkau dengan naik kereta api, bus antar kota, atau travel. Terus kalau dihitung-hitung dengan biaya transportasi pulang-pergi beda tipislah harga dari Travel Agent sama apply sendiri.

Tapi sodara-sodara, untuk visa multiple Korea Selatan ini ternyata syarat dari Travel Agent sedikit tidak masuk akal. Contohnya nih :
·         Harus sudah pernah ke Korea Selatan minimal 3x dalam 1 tahun terakhir (hampir semua Travel Agent padahal syarat dari Kedutaan Besar Korea Selatan cukup 1x)
·         Rekening tabungan 3 bulan terakhir harus di atas 50 juta (beberapa travel agent)
·         Kalau ternyata di approve Single Entry/Double Entry tetap bayar Multiple Entry (Sedih ya kalau sampe gini. Kan kita gak dikasih liat juga pembayaran yang mereka lakukan di Hana Bank untuk Aplikasi Visa kita, bisa aja memang mereka sengaja daftar Single Entry/Double Entry untuk Aplikasi Visa kita. Maafkan daku yang terlalu negative thinking ini hehehe..)

Sementara syarat dari Kedutaan Besar Korea Selatan seperti ini (bisa dicek di website resmi Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Republik Indonesia)



Akhirnya setelah bergalau-galau ria, aku putuskan untuk ikut bareng 2 temen aku yang memang dari awal sudah pasti apply visa multiple sendiri dan sempet nawarin bareng dari lama tapi akunya masih kekeuh pengen tanya ke Travel Agent dulu siapa tau ada yang syaratnya mirip syarat dari Kedutaan Besar Korea Selatan.

Berkas-berkas yang perlu disiapkan (list ini bisa dilihat di website resmi Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Republik Indonesia). Formulir terbaru bisa di download juga dari website resmi Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Republik Indonesia. Print di kertas A4 80gram ya. Ada ketentuan kertasnya di kanan bawah lembar formulir aplikasi visa 

* 210mm×297mm[백상지 80g/(재활용품)] *



Kita bertiga memutuskan untuk apply tanggal 23 Januari 2019 dengan pertimbangan nunggu surat referensi bank aku kelar tanggal 21 Januari 2019 (maafkan daku kalian berdua jadi harus nungguin)

Tanggal 21 Januari 2019 baru dapet kepastian kalau surat referensi aku beres. Jadi sorenya kita mulai pesen tiket kereta api pulang-pergi Bandung – Gambir di Traveloka (Rp.220.000 – Rp. 300.000 tergantung jenis gerbong yang dipilih). Pilihan jadwal kereta apinya :

  • jam 4:15 pagi yang berasa kepagian banget tapi nyampe Jakartanya masih pagi (jam 7:25) dan gak takut kena macet (Stasiun Gambir ke Kedutaan Besar Korea Selatan sekitar 30 menit naik mobil) plus bisa nyantai antri di Hana Bank
  • jam 5 pagi tapi kemungkinan sampe Jakarta udah lumayan macet jalanannya (jam 8:15) dan mepet banget ke jam 9 pagi (jam buka Kedutaan Besar Korea Selatan) plus mungkin ngantri di Hana Bank juga.
Karena kita bertiga anaknya parnoan, kita lebih memilih pagi-pagi buta berangkat dari Bandung daripada dagdigdug di Jakarta karena kejebak macet. Soalnya penyerahan aplikasi visa cuma sampe jam 11 pagi aja.

Terus kita sekalian pesen juga kamar di Pomelotel yang jaraknya sekitar 8 menit jalan kaki dari Kedutaan Besar Korea Selatan. Biar deket dan hemat transportasi.

Tanggal 23 Januari 2019 jam 4:15 kita berangkat ke Jakarta dari Stasiun Bandung, sampai di stasiun Gambir jam 7:30-an (sedikit telat dari jadwal). Kita langsung beli roti dan minum buat sarapan, sambil pesen Grab ke Kedutaan Besar Korea Selatan (+/- Rp.45.000). Sekitar jam 8:30 kita sampai di Kedutaan Besar Korea Selatan. Turunnya di gerbang ketiga ya (yang ada pintu kecil untuk pejalan kaki).

Petugas / satpam yang menjaga pasti akan menanyakan keperluan kita, jawab saja kita mau apply visa. Nanti kita akan diarahkan untuk menuju gedung disebelah kanan (Hana Bank) untuk membeli Visa Stamp. Ambil nomor antrian di Hana Bank lalu tunggu sampai nomor antrian kita dipanggil. Sebutkan jenis visa yang akan kita ajukan pada teller bank lalu bayar sesuai nominal yang tertera. Pembayaran bisa digabungkan jadi kami hanya mengambil 1 nomor antrian.

Untuk visa multiple entry, nominal yang harus dibayarkan perorang adalah Rp. 1.332.000. 



Setiap orang akan mendapatkan 3 Visa Stamp (masing-masing Visa Stamp senilai 30 usd).


Visa Stamp ini kemudian ditempel pada Formulir Aplikasi Visa, dibawah foto)


Setelah membeli Visa Stamp, keluar dari gedung Hana Bank dan belok ke kanan (atau lurus terus dari gerbang masuk). Ada satpam yang menjaga di depan pintu dan satpam di dalam ruangan jaga. Antrilah hingga dipersilahkan masuk satu-persatu oleh satpam di depan pintu. Persiapkan juga KTP karena satpam di dalam ruangan jaga akan memeriksa KTP dan bawaan kita.

Jika sudah selesai diperiksa, kita akan dipersilahkan keluar melalui pintu disebelah kanan ruangan jaga. Keluarlah dari pintu tersebut lalu belok kiri dan naiklah tangga disebelah kanan. Ruangan untuk pendaftaran visa ada disebelah kanan setelah menaiki tangga tersebut.

Ambil nomor antrian pada satpam di ruang pendaftaran. Untuk Multiple Visa, nomor antrian bukan dari kertas tapi dari plastic seperti kartu SIM. Tunggu sampai nomor antrian kita dipanggil, serahkan berkas-berkas yang telah disiapkan untuk diperiksa oleh petugas. Apabila ada yang kurang, petugas akan menginformasikan untuk dilengkapi. Apabila ada yang lebih atau tidak perlu dilampirkan, petugas akan mengembalikan kelebihan berkas-berkas tersebut kepada kita.


Petugas yang melayani pendaftaran Multiple Visa kebetulan orang Korea, kita jadi lumayan deg-degan karena petugas tersebut hanya bicara seperlunya dan auranya juga cukup mengintimidasi (kaya lagi disidang oleh penguji ahahaha). Lampiran tiket pesawat, pemesanan hotel, dan itinerary perjalanan aku dikembalikan, petugasnya sambil geleng-geleng kepala (mungkin kasih tau kalau gak perlu). Emang dipersyaratan juga ditulis gak perlu dilampirkan sih, tapi kan takut perlu jadi tetep dilampirkan deh hehehe.. (anaknya bandel)

Diperiksanya agak lama nih, udah dag-dig-dug aja karena yang apply Single Visa kaya udah berganti 2 nomor antrian tapi yang aku masih belom aja. Untung gak kurang apa-apa, jadi langsung dikasih tanda terima dan disuru cek status aplikasi kita di situs yang ada di kertas itu sebelum ambil. Multipe Visa ini bisa diambil minimal 1 hari setelah tanggal pengajuan, gak kaya Single Visa yang baru bisa diambil setelah minimal 6 hari setelah tanggal pengajuan.



Tanggal 24 Januari 2019 sekitar jam 11 pagi kita cek di situs http://idn.mofa.go.kr

Homepage -> Check Application Status -> Masukkan Nama Lengkap, Tanggal Lahir, dan Nomor Paspor

Multiple Entry Visa kita bertiga APPROVED!!! *YEAY*


Pengambilan visa baru bisa dilakukan pada pukul 14:00 – 16:00 dan HARUS MEMBAWA KERTAS TANDA TERIMA.

Masuk lagi ke ruang pendaftaran dengan jalur seperti hari pertama. Saat ditanya satpam di ruang pendaftaran katakan bahwa kita mau mengambil visa. Nanti kita akan disuruh untuk meletakkan kertas tanda terima di keranjang merah (di depan loket pendaftaran Single Visa). Tunggu sampai nama kita dipanggil oleh petugas. Petugas akan menyerahkan paspor kita beserta visa yang sudah ditempel pada paspor kita. Periksa kembali apakah semua sudah benar dan lengkap. Jika kita menyertakan paspor lama, jangan lupa diambil (biasanya sudah di-clip dengan paspor baru, tapi cek lagi takut tertukar dengan milik orang lain).

Paspor dan Multiple Visa sudah ditangan, tinggal ambil tas yang dititipin di front office Pomelotel. Terus pesen Grab ke Stasiun Gambir deh (+/- Rp 34.000). Kalau ambil jadwal kereta api malam mungkin masih bisa mampir dulu ke mall terdekat, tapi jangan sampai ketinggalan kereta ya.

Nahhhh, panjang juga yah cerita pengalaman aku apply sendiri Multiple Entry Visa Korea Selatan kemarin. Semoga cukup jelas dan bisa membantu buat kalian yang mau apply sendiri visa Korea Selatan. Kalau mau tanya-tanya boleh langsung comment di blog ini atau boleh tanya di twitter atau instagram aku. Aku doain semoga lancar buat kalian semua yang mau dan akan apply sendiri visa Korea Selatan-nya. God bless!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Terjebak" Add-On Indihome

Berawal dari 30/05/2017 Adik saya (Iwan) menerima telepon dari marketing Telkom yang menawarkan Add-On Telkomsel Mania karena nomor Indihome di rumah saya "terpilih" sehingga dapat mengaktifkan Add-On tersebut. Menurut Iwan, dia telah menanyakan prihal biaya yang akan ditagihkan perbulannya apabila mengaktifkan Add-On tersebut tetapi pihak marketing memaksa Iwan untuk mengatakan BERSEDIA diaktifkan terlebih dahulu baru dapat dijelaskan. Iwan yang telah bertanya berkali-kali dan tidak diberikan jawaban yang seharusnya, malah diberikan penjelasan berputar-putar mengenai nomor Indihome rumah saya terpilih dan lain sebagainya, akhirnya mengatakan BERSEDIA (yang saya yakin pasti percakapan tersebut direkam oleh pihak marketing Telkom sebagai bukti) karena dipaksa oleh marketingnya yang beralasan agar bisa dijelaskan lebih lanjut . Setelah Iwan mengatakan BERSEDIA itu, barulah pihak marketing menjelaskan bahwa akan ada tarif Rp. 3.200,- per hari atau sekitar Rp. 88.000

Ichiran Ramen - Ueno, Tokyo

Ichiran Ramen Pernah dengar tentang Ichiran Ramen? Kalau kalian penggemar berat Naruto pasti familiar-nya dengan Ichiraku Ramen dehhh.😆 Nah, Ichiran Ramen ini sangat terkenal di Jepang seperti Ichiraku Ramen buat Naruto 😄 karena kelezatan Tonkotsu Ramen-nya. Yap, Tonkotsu atau Chasu merupakan irisan daging babi, jadi untuk kalian yang muslim jangan pernah mencoba ramen ini ya karena ramen ini non-halal. 😥 Ramen yang satu ini asalnya dari Fukuoka, Jepang. Bagi kalian yang akan berpergian ke Jepang gak perlu khawatir harus ke Fukuoka dulu baru bisa mencoba Ichiran Ramen karena outlet Ichiran Ramen tersebar di seluruh Jepang loh. Kalian bisa lihat daftar lokasi-nya di sini . Siap-siap antri yah kalau mau mencoba ramen yang satu ini. 😅 Karena 'saingan' kalian bukan hanya sesama turis tetapi juga warga lokal yang memang tidak bisa lepas dari ramen yang rasanya bikin ketagihan ini. Biasanya tempat duduk di Ichiran juga berupa Yatai, tempat duduk berupa counter pe

Masih Pake Anglo Loh!

Suka nasi goreng yang dimasaknya dengan arang? Kalau suka berarti kalian wajib coba Nasi Goreng A Cun di Kopo Permai nih. A Cun masih menggunakan anglo (kompor yang bahan bakarnya menggunakan arang), jadi waktu dimakan masih ada terasa 'hangus' nya. Di sini kita bisa request nasi goreng yang putih (tanpa kecap manis) atau yang pakai kecap manis, dan juga yang biasa atau berasa. Saya pribadi suka nasi goreng putih-nya dan yang berasa. Anglo Yang bikin kangen itu dagingnya yang digoreng kering, tapi minyaknya dipisahkan lagi sesudah menggoreng dagingnya. Jadi bisa dipastiin nasi gorengnya tidak terlalu berminyak dan pastinya kering karena dimasaknya diatas anglo.Penasaran penampakan nasi goreng putihnya seperti apa? Cek aja gambar di bawah ini. Nasi Goreng Putih Berasa A Cun bisa kalian temukan di Jalan Utama Kopo Permai, tidak jauh setelah Bank Permata. Atau kalian juga bisa search di googlemaps dengan mengetik Nasigoreng Acun. Biasanya Nasi Goreng Acun buka